| 0 Comments | 44 Views
Mulai mengerjakan tesis kadang terasa seperti masuk ke lorong gelap yang belum jelas ujungnya. Sudah punya topik, tetapi bingung langkah berikutnya. Sudah baca banyak artikel, tetapi proposal belum juga jadi. Atau sudah mulai penelitian, tiba-tiba sadar bahwa waktu studi tinggal sedikit.
Ini sering terjadi karena seringkali kita tidak menyusun timeline ancangan setiap tahapan yang harus dilalui sehingga banyak target yang tidak segera diselesaikan. Karena itu, saya membuat Timeline Pengerjaan Tesis untuk mahasiswa yang sedang berada di bawah bimbingan saya. Sederhana saja: kita buat peta perjalanan tesis dari awal sampai wisuda.
Kenapa perlu timeline?
Tesis itu bukan pekerjaan yang selesai dalam satu atau dua malam. Ada banyak tahapan yang perlu dilewati dan setiap tahap saling berkaitan. Dengan timeline, kita bisa melihat:
- sekarang sudah sampai mana;
- apa yang harus dikerjakan berikutnya;
- kapan targetnya selesai;
- apa output yang harus dihasilkan; dan
- kalau mulai terlambat, seberapa jauh kita perlu mengejar.
Jadi, kita tidak hanya punya target "lulus tepat waktu", tetapi tahu apa yang perlu dilakukan untuk sampai ke sana.
Jangan cuma mengejar selesai
Saya ingin mahasiswa tidak sekadar mengejar centang DONE.
Setiap tahap sebaiknya menghasilkan sesuatu yang jelas. Misalnya, setelah tahap tertentu ada research questions, setelah membaca literatur ada literature matrix, setelah pengumpulan data ada dataset, dan seterusnya.
Dengan begitu, progres tesis bisa dilihat dari hasil yang sudah dibuat, bukan hanya dari berapa lama kita duduk di depan laptop. 😄
Bimbingan juga dicatat
Di dalam template ini ada bagian Log Bimbingan. Catat apa yang dibahas saat bimbingan, masukan dari pembimbing, dan apa yang harus dikerjakan setelahnya.
Harapannya, setelah bimbingan tidak ada lagi pertanyaan:
"Pak, kemarin saya diminta revisi apa ya?"
Semua tercatat. Tinggal buka lagi log-nya.
Ada Dashboard juga
Saya juga menyiapkan Dashboard untuk melihat progres tesis secara lebih sederhana. Dari sana kita bisa melihat aktivitas yang sudah selesai, sedang dikerjakan, maupun yang masih tertunda. Kalau banyak yang masih berwarna merah, mungkin itu sinyal bahwa kita perlu berhenti sebentar, melihat timeline, lalu menyusun strategi untuk mengejarnya. 😉
Timeline ini bukan aturan kaku
Yang perlu dipahami, timeline ini bukan jadwal yang tidak boleh berubah. Penelitian punya dinamika. Bisa saja ada data yang sulit diperoleh, revisi yang membutuhkan waktu lebih lama, atau proses akademik yang harus menunggu tahapan tertentu. Kalau ada perubahan, tinggal kita sesuaikan.
Yang penting: jangan diam ketika mulai tertinggal tidak sesuai target waktu yang ditentukan.
Lebih cepat kita tahu ada masalah, lebih mudah mencari solusinya.
Targetnya: lulus tepat waktu dengan proses yang sehat
Saya membuat timeline ini bukan supaya mahasiswa merasa dikejar-kejar. Justru sebaliknya, saya ingin proses tesis menjadi lebih terarah, terukur, dan bisa dipantau bersama.
Mahasiswa tahu apa yang harus dikerjakan. Pembimbing tahu progresnya. Dan kita punya target yang sama: tesis selesai dengan baik dan mahasiswa bisa lulus sesuai target.
Jadi, kalau saat ini Anda sedang mulai mengerjakan tesis, jangan berpikir:
"Bagaimana caranya menyelesaikan tesis?"
Coba ubah menjadi:
"Minggu ini apa yang harus saya selesaikan?"
Pecah menjadi langkah-langkah kecil. Kerjakan satu per satu. Laporkan progresnya. Bimbingan. Revisi. Lanjut lagi.
Sedikit demi sedikit, tahu-tahu sudah sampai di halaman terakhir tesis.
Akses Timeline
Template Timeline Pengerjaan Tesis akan saya bagikan melalui Google Sheets kepada mahasiswa bimbingan saya. Untuk menjaga dokumen tetap berada dalam lingkungan akademik UIN Sunan Kalijaga, akses dibatasi untuk pengguna yang masuk menggunakan akun email UIN Sunan Kalijaga.
Akses template di sini
Semoga timeline sederhana ini bisa membantu kita menjalani proses tesis dengan lebih terarah.
Selamat menempuh perjalanan. Jangan menunggu tesis selesai untuk mulai bergerak. Mulailah dari satu target kecil hari ini.
Leave a Comment