Menakar Dampak Sosial Bahasa Mimbar: Sinergi Linguistik dan Tokoh Lintas Iman di Kapanewon Kokap
KULON PROGO — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Kokap menggelar "Pelatihan Penyusunan Teks Ceramah Moderat bagi Pemuka Agama Lintas Iman" pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Nikah KUA Kokap ini bertujuan untuk membekali para tokoh agama di tingkat akar rumput dengan keterampilan menyusun narasi ceramah yang damai dan inklusif.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Muhamad Sururudin, S.Ag., Kepala KUA Kapanewon Kokap. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi bahwa mimbar keagamaan merupakan media strategis untuk memberikan edukasi moral sekaligus menjaga ketenteraman masyarakat pedesaan. Sinergi antara akademisi, praktisi, dan tokoh agama diharapkan mampu mencegah potensi gesekan sosial akibat perbedaan cara pandang keagamaan.
Pelatihan ini juga didukung secara teknis oleh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang bertugas di Desa Hargorejo. Para mahasiswa yang berlokasi di Dukuh Sangkrek, Tejogan, dan Gunung Kukusan tersebut berperan aktif mendampingi para peserta, mulai dari tahap persiapan administrasi, fasilitasi diskusi, hingga proses penyusunan draf naskah ceramah selama sesi praktik mandiri berlangsung.
Toleransi Aktif sebagai Fondasi Kerukunan
Pada sesi pertama, Ketua FKUB Kabupaten Kulon Progo, Drs. Surahmanto, M.Pd.I., memaparkan materi bertajuk "Merawat Kerukunan melalui Bahasa Agama: Praktik Moderasi Beragama dalam Ceramah di Tengah Masyarakat Majemuk". Surahmanto menekankan bahwa keberagaman di Indonesia merupakan sebuah anugerah yang mengikat persatuan nasional. Oleh karena itu, toleransi tidak boleh dipahami secara pasif.
"Toleransi sejati adalah aksi aktif, yaitu bekerja sama, berdialog, dan membangun kepercayaan lintas iman. Bukan sekadar diam atau membiarkan perbedaan berjalan sendiri," ujar Surahmanto.
Ia menambahkan bahwa tokoh agama memiliki peran sentral sebagai pelopor kerukunan sekaligus rujukan utama (konsultan sosial) masyarakat dalam menyelesaikan berbagai dinamika sosial-keagamaan secara bijaksana.
Pendekatan Linguistik untuk "Bahasa yang Merangkul"
Sesi kedua dilanjutkan oleh dosen Magister Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Eric Kunto Aribowo, S.S., M.A., yang membedah aspek linguistik dalam teks khotbah. Eric menjelaskan bahwa pilihan kata (diksi) dan struktur kalimat yang diucapkan dari atas mimbar memiliki dampak psikologis yang nyata bagi jemaah. Penceramah perlu cermat agar tutur katanya menjadi jembatan yang merangkul, bukan tembok pemisah antarkelompok warga.
Eric memaparkan strategi menyusun ceramah damai dengan berpatokan pada Tiga Prinsip Aman (3 Pilar).
"Sebelum membacakan khotbah, penceramah harus memastikan naskahnya memenuhi tiga kriteria: aman bagi iman (teguh pada keyakinan sendiri), aman bagi orang lain (tidak mengejek atau merendahkan penganut keyakinan lain), dan aman bagi warga (mendorong kerja sama sosial)," terangnya.
Ia juga mengimbau penceramah menghindari gaya bahasa peminggiran (othering) yang memisahkan warga dan beralih menggunakan kalimat ajakan yang logis serta pertanyaan retoris yang menggugah batin jemaah untuk merenung secara mandiri.
Akses Unduhan Terbuka
Pelatihan ditutup dengan simulasi penulisan teks khotbah menggunakan instrumen yang telah disediakan. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU) Hargorejo, Muhammadiyah Hargorejo dan Hargotirto, serta pimpinan Gereja Katolik Stasi Santo Yusuf Ngaseman dan GKJ Ngulakan.
Bagi takmir, penceramah, maupun masyarakat umum yang ingin mempelajari metodologi penyusunan khotbah ini, dokumen modul pelatihan telah dibagikan secara terbuka dan dapat diunduh gratis melalui tautan berikut.
Aribowo, Eric Kunto (2026). Modul Pelatihan: Bahasa yang Merangkul – Panduan Praktis Menyusun Khotbah Moderat untuk Penceramah. figshare. Book. https://doi.org/10.6084/m9.figshare.33138419
Leave a comment