| 0 Comments | 139 Views

Card Image

AECT Teknologi Pendidikan 2023

AECT Definition for Educational Technology Educational technology is the ethical study and application of theory, research, and practices to advance knowledge, improve learning and performance, and empower learners through strategic design, management, implementation, and evaluation of learning experiences and environments using appropriate processes and resources.

https://www.aect.org/aect/about/aect-definition

Definisi terbaru dari AECT (2023) ini memang cukup padat. Mari kita bedah kalimat tersebut menjadi tiga "cluster" utama agar lebih mudah dipahami secara praktis:

1. Cluster Tujuan (Mengapa kita melakukannya?)

Inti dari teknologi pendidikan bukan sekadar alat, tapi proses dan hasil akhirnya bagi manusia.

​1. Ethical Study (Studi Etis)

​Ini adalah "kompas moral". Dalam dunia teknologi yang berkembang sangat cepat (seperti AI atau Big Data), aspek etika menjadi tantangan terbesar.

​Bukan Sekadar Bisa, tapi Boleh: Fokusnya bukan "apakah teknologi ini bisa digunakan?", tapi "apakah teknologi ini aman, adil, dan melindungi privasi siswa?".

​Inklusivitas & Aksesibilitas: Memastikan teknologi tidak menciptakan jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Studi etis menuntut agar desain belajar bisa diakses oleh semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas.

​Integritas Data: Bagaimana data hasil belajar siswa dikelola? Studi etis memastikan data tersebut tidak disalahgunakan untuk kepentingan komersial yang merugikan pembelajar.

​2. Application of Theory, Research, and Practices

​Ini adalah "metode ilmiah". Bidang ini bukan berdasarkan feeling atau tren semata, melainkan bukti nyata.

​Theory (Teori): Menggunakan landasan psikologi pendidikan. Misalnya, menggunakan Teori Kognitif untuk memastikan materi visual tidak membuat otak siswa kelelahan (cognitive overload).

​Research (Riset): Tidak asal klaim. Sebelum sebuah metode diterapkan secara massal, harus ada penelitian yang membuktikan bahwa metode tersebut memang efektif meningkatkan hasil belajar.

​Practices (Praktik): Mengubah teori dan hasil riset menjadi tindakan nyata di lapangan. Ini melibatkan siklus berkelanjutan: Coba – Ukur – Perbaiki.

Intinya: Ethical study memastikan kita tidak melukai pembelajar, sementara application of theory, research, and practices memastikan kita benar-benar memberikan dampak perubahan yang nyata.

Tujuannya adalah AECT tidak ingin kita hanya fokus pada alat (gadget/aplikasi), tetapi pada transformasi yang terjadi pada manusianya. ​Berikut adalah penjelasan mendalam untuk setiap poin tersebut:

​1. To Advance Knowledge (Memajukan Pengetahuan)

​Ini berbicara tentang kontribusi intelektual. Teknologi pendidikan bukan hanya menyalurkan ilmu yang sudah ada, tapi juga membangun pemahaman baru.

​Literasi Informasi: Membantu pembelajar menyaring informasi di tengah banjir data (hoaks vs fakta).

​Konstruksi Pengetahuan: Menggunakan teknologi untuk membantu siswa menghubungkan konsep lama dengan konsep baru, sehingga pengetahuan mereka berkembang, bukan sekadar menghafal.

​2. To Improve Learning (Meningkatkan Belajar)

​Fokusnya adalah pada proses kognitif (apa yang terjadi di dalam otak). Belajar yang "meningkat" berarti:

​Efektivitas: Materi lebih mudah dimengerti.

​Efisiensi: Waktu yang dibutuhkan untuk paham menjadi lebih singkat.

​Daya Ingat: Pemahaman bertahan lebih lama (tidak cepat lupa) karena metode yang digunakan lebih menarik dan interaktif.

​3. To Improve Performance (Meningkatkan Performa/Kinerja)

​Ini adalah sisi praktis. AECT menekankan bahwa belajar tidak cukup hanya "tahu", tapi harus bisa "melakukan".

​Penerapan di Dunia Nyata: Ilmu yang didapat harus bisa langsung dipakai untuk menyelesaikan masalah atau melakukan pekerjaan dengan lebih baik.

​Transfer Skill: Jika seorang karyawan dilatih dengan simulator (Tekdik), maka saat dia memegang alat aslinya, kinerjanya harus lebih rapi, cepat, dan minim kesalahan.

​4. To Empower Learner (Memberdayakan Pembelajar)

​Ini adalah poin yang sangat modern. Teknologi harus memberikan kekuatan dan kemandirian kepada siswa.

​Agensi Pembelajar: Siswa punya suara dan pilihan dalam menentukan bagaimana mereka belajar (misalnya memilih belajar lewat video atau teks).

​Self-Paced Learning: Siswa tidak lagi didikte oleh kecepatan guru; mereka bisa mengulang materi yang sulit secara mandiri.

​Inklusi: Memberikan alat bantu bagi mereka yang memiliki keterbatasan (misalnya screen reader untuk tunanetra) sehingga mereka merasa setara dan mampu bersaing.

Memajukan Pengetahuan: Memastikan informasi baru tersampaikan secara efektif.

Meningkatkan Belajar & Performa: Membantu orang belajar lebih cepat dan bekerja lebih baik setelah belajar. Memberdayakan Pembelajar: Memberikan kontrol dan kemampuan kepada siswa/peserta untuk aktif dalam proses belajarnya sendiri.

2. Cluster Bidang Garapan (Apa yang dikerjakan?)

Ini adalah "dapur" atau langkah-langkah kerja praktisi teknologi pendidikan:

a. Desain Strategis: Merancang rencana belajar yang cerdas, bukan asal pakai teknologi.

b. Manajemen & Implementasi: Mengatur sumber daya dan menjalankan program belajar di lapangan.

c. Evaluasi: Menilai apakah pengalaman belajar tersebut benar-benar berhasil atau perlu diperbaiki.

d. Lingkungan & Pengalaman Belajar: Fokusnya bukan cuma di ruang kelas, tapi menciptakan "suasana" (digital maupun fisik) yang mendukung belajar.

3. Cluster Tantangan (Bagaimana standarnya?)

Ini adalah batasan atau aturan main agar teknologi tidak disalahgunakan:

Studi dan Aplikasi Etis: Tantangannya adalah memastikan semua riset dan penggunaan alat tetap menjunjung tinggi moral dan etika (misalnya terkait privasi data atau plagiarisme AI).

Proses & Sumber Daya yang Tepat: Tidak semua teknologi canggih itu cocok. Tantangannya adalah memilih alat yang sesuai (appropriate) dengan kebutuhan, bukan sekadar yang paling mahal atau terbaru.

Kesimpulan Singkat

Jadi, Teknologi Pendidikan adalah upaya jujur dan beretika untuk merancang dan mengelola pengalaman belajar yang tepat sasaran agar orang makin pintar dan berdaya.
wallahu alam bi showab


Leave a Comment