Balai Nikah KUA Kokap, Rabu (5/8/2026)

Menenun Damai dari Mimbar: Laporan Capaian SDGs melalui Inovasi Bahasa Agama yang Merangkul

Pendahuluan dan Relevansi SDGs


Pembangunan berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada indikator ekonomi dan infrastruktur fisik, melainkan sangat bergantung pada stabilitas sosial, perdamaian, dan inklusivitas di tingkat tapak. Tepatnya di Padukuhan Gunung Kukusan, Sangkrek, dan Tejogan, Kalurahan Hargorejo, Kulon Progo, kekuatan modal sosial (bonding social capital) warga sangat kental dan berpusat pada kegiatan keagamaan komunal. Namun, letak geografis yang berbukit dan permukiman yang menyebar membuat interaksi warga rentan mengalami polarisasi apabila narasi keagamaan di atas mimbar didominasi oleh bahasa peminggiran (othering).


Merespons tantangan sosioreligius tersebut, program hilirisasi riset “Rekayasa Sosial Berbasis Bahasa Agama” hadir sebagai jembatan operasional untuk menerjemahkan teori linguistik menjadi aksi nyata perdamaian. Program ini secara terintegrasi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Goal 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), Goal 10 (Berkurangnya Kesenjangan), dan Goal 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).


Kontribusi terhadap Capaian Target Utama SDGs

SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh


Inovasi utama dari program hilirisasi ini adalah penerbitan “Modul Pelatihan: Bahasa yang Merangkul” yang memandu penceramah menyusun khotbah damai berbasis sosiolinguistik. Modul ini mengikis penggunaan kosakata bias peminggiran (othering style) yang kaku membelah warga ke dalam kubu biner “Kita vs Mereka”.


Melalui formulasi Tiga Prinsip Aman (Aman bagi Iman, Aman bagi Orang Lain, dan Aman bagi Warga), program ini berhasil memperkuat kapasitas kelembagaan lokal. Terbentuknya “Komunitas Praktik Dakwah Moderat” se-Kapanewon Kokap bertindak sebagai lembaga nonformal yang tangguh untuk memitigasi ujaran kebencian (hate speech) langsung dari atas mimbar keagamaan secara mandiri dan berkelanjutan.


SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan


Melalui pengarusutamaan sapaan inklusif (seperti kata “kita” atau “saudara-saudaraku”), program ini mendorong inklusi sosial lintas kelompok tanpa memandang latar belakang keyakinan. Berdasarkan hasil evaluasi, kemampuan sosiolinguistik penceramah pedesaan meningkat drastis:


  • Aspek Kognitif: Nilai rata-rata skor pemahaman kognitif objektif penceramah naik 21,5% (dari rata-rata pretest 68,57 menjadi posttest 83,33).
  • Aspek Praktis: Kemampuan memformulasikan metafora positif berbasis kearifan lokal  melonjak sebesar +1,25 poin pada skala Likert 1-5. 

Langkah taktis ini meruntuhkan tembok prasangka sosioreligius dan membangun kesetaraan partisipasi warga dalam ruang dakwah, serta memberikan pengakuan yang setara terhadap eksistensi umat beragama minoritas di pedesaan (NU, Muhammadiyah, Gereja Katolik Ngaseman, dan GKJ Ngulakan).


SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan


Sinergi multipihak (pentahelix) yang dibangun dalam program ini menjadi bukti nyata implementasi kemitraan yang inklusif. Program hilirisasi yang didanai oleh LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini bermitra secara taktis dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Kokap, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kulon Progo, serta tokoh agama lintas iman. Selain itu, program ini melibatkan mahasiswa KKN Angkatan 120 UIN Sunan Kalijaga sebagai agen diseminasi pengetahuan (transfer of knowledge) yang mendampingi warga secara langsung di lapangan.


Realisasi Luaran dan Legitimasi Hukum


Sebagai bentuk akuntabilitas akademik yang menopang target SDGs, seluruh luaran wajib program ini telah berhasil direalisasikan secara penuh:


  • Laporan SDGs tercetak dan terpublikasi online untuk menyelaraskan dampak sosial dengan pembangunan nasional.
  • Modul Cetak “Bahasa yang Merangkul” sebagai panduan operasional dakwah sejuk.
  • Dokumen Pendaftaran HKI (Surat Pencatatan Ciptaan No. 001408374) yang diterbitkan oleh DJKI Kemenkumham RI, memastikan perlindungan hukum atas karya inovasi sosial ini.
  • Publikasi Media Massa di 3 media online (Pojok Satu, Radar Makasar, Kabar Profesiana) guna mendiseminasikan praktik baik (best practices) toleransi aktif ke seluruh penjuru Nusantara.

Kesimpulan dan Keberlanjutan


Program hilirisasi riset ini membuktikan bahwa rekayasa komunikasi sosial berbasis sosiolinguistik terapan mampu menjadi instrumen perdamaian yang andal di tingkat akar rumput. Komitmen 83,3% alumni pelatihan yang bersedia bertindak sebagai Trainer Lokal (mentor sebaya) menjamin bahwa transfer pengetahuan ini akan terus berlipat ganda secara organik, memperkokoh keharmonisan sosial, dan mengawal terwujudnya perdamaian berkelanjutan selaiknya pohon rimbun yang akarnya menopang bumi Menoreh dan daunnya meneduhkan seluruh warga.


Rujukan

  1. Aribowo, E. K. (2026a). Modul Pelatihan: Bahasa yang Merangkul – Panduan Praktis Menyusun Khotbah Moderat untuk Penceramah. https://doi.org/10.6084/m9.figshare.33138419
  2. Aribowo, E. K. (2026b, Juli 8). Menakar Dampak Sosial Bahasa Mimbar: Sinergi Linguistik dan Tokoh Lintas Iman di Kapanewon Kokap. https://blog.uin-suka.ac.id/eric.aribowo/menakar-dampak-sosial-bahasa-mimbar-sinergi-linguistik-dan-tokoh-lintas-iman-di-kapanewon-kokap
  3. Aribowo, E. K. (2026c, Agustus 16). Menenun Damai dari Mimbar: Laporan Capaian SDGs Melalui Inovasi Bahasa Agama Yang Merangkul. https://blog.uin-suka.ac.id/eric.aribowo/menenun-damai-dari-mimbar-laporan-capaian-sdgs-melalui-inovasi-bahasa-agama-yang-merangkul
  4. Fadli, M. (2026, Juni 8). UIN Sunan Kalijaga Gandeng KUA Kapanewon Kokap Latih Pemuka Lintas Iman Susun Ceramah Moderat. https://sulsel.pojoksatu.id/daerah/1147481781/uin-sunan-kalijaga-gandeng-kua-kapanewon-kokap-latih-pemuka-lintas-iman-susun-ceramah-moderat
  5. Profesiana. (2026, Agustus 6). LPPM UIN Sunan Kalijaga dan KUA Kokap Gelar Pelatihan Penyusunan Teks Ceramah Moderat bagi Pemuka Agama Lintas Iman. https://kabarprofesiana.co.id/lppm-uin-sunan-kalijaga-dan-kua-kokap-gelar-pelatihan-penyusunan-teks-ceramah-moderat-bagi-pemuka-agama-lintas-iman
  6. Tim Redaksi. (2026, Agustus 6). LPPM UIN Sunan Kalijaga dan KUA Kokap Gelar Pelatihan Penyusunan Teks Ceramah Moderat bagi Pemuka Agama Lintas Iman. https://radarmakassar.id/2026/08/06/lppm-uin-sunan-kalijaga-dan-kua-kokap-gelar-pelatihan-penyusunan-teks-ceramah-moderat-bagi-pemuka-agama-lintas-iman

Share this Post

Share

Leave a comment