| 0 Comments
| 42 Views
teras jadul
Di serambi masjid yang usang dan sunyi,
Bayanganku memanjang, ikut berseri,
Langkah gontai merayap mencari arti,
Keresahan hati berbisik, merayu sunyi.
Angin malam memeluk bahu yang ringkih,
Pintu kayu merintih, seolah ikut menangis,
Aku dan serambi berisak agak manis,
Mencari-cari cara, agar jiwa tak lagi terkikis.
Dingin lantai memeluk dahiku yang gundah,
Lampu remang merangkul sendirian yang resah,
Di sini aku merapuh, dan di sini aku rapuh,
Berharap bisa menyatu dengan-Mu, ya Rabbku.
Leave a Comment