| 0 Comments | 39 Views
Di tepi samudera, tampak senja yang merunduk pelan,
ombak pun berbisik, seakan sekakan ada yang disimpan,
angin menyisir rambut waktu yang kian kusut,
dan aku berdiri, melihat jiwa yang kian sunyi dan akut.
Langit memerah, seolah tersipu,
matahari pulang, dan menahan rindu,
pasir-pasir menggenggam langkahku erat,
sembari bertanya, adakah yang berat?
Mungkin, ada yang retak di dalam diam ini,
jiwa berderak, memanggil serpihannya sendiri,
laut menghela napas panjang ke arahku,
seperti tahu luka yang tak terucap.
Jika serpihan itu benar adanya,
biarlah senja merangkainya kembali,
sebelum malam menutup semua cerita,
dan jiwa belajar utuh dalam sepi.
Leave a Comment