| 0 Comments | 46 Views
Yogyakarta – Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga bekerja sama dengan Universitas Leiden menyelenggarakan Graduate Conference bertajuk “Reconfiguring Islamic Tradition: Authority, Circulation, and Contemporary Engagements.” Kegiatan akademik ini menjadi ruang pertemuan bagi para akademisi, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana untuk mendiskusikan dinamika tradisi Islam dalam konteks perubahan sosial, intelektual, dan global yang terus berkembang.
Konferensi yang berlangsung selama dua hari, yaitu pada 12–13 Mei, menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai institusi dan latar belakang keilmuan. Acara ini diselenggarakan di Convention Hall Aula Pascasarjana pada hari pertama dan berlanjut di Aula Pascasarjana pada hari kedua. Melalui tema besar yang diusung, konferensi ini berupaya mengkaji kembali bagaimana otoritas keagamaan dibentuk, bagaimana pengetahuan Islam bersirkulasi di berbagai ruang sosial, serta bagaimana tradisi Islam berinteraksi dengan tantangan dan kebutuhan masyarakat kontemporer.
Pembukaan konferensi diisi oleh dua tokoh akademik terkemuka, yaitu Prof. Dr. Noorhaidi Hasan dan Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, yang memberikan opening speech. Dalam sesi pembukaan tersebut, keduanya menyoroti pentingnya kajian Islam yang mampu menjembatani warisan intelektual klasik dengan realitas sosial modern. Tradisi Islam, menurut mereka, bukanlah entitas yang statis, melainkan terus mengalami proses negosiasi, reinterpretasi, dan transformasi sesuai dengan konteks zamannya.
Sebagai keynote speaker, konferensi ini menghadirkan Dr. Verena Meyer, Ph.D., yang memberikan perspektif akademik internasional mengenai perkembangan studi Islam kontemporer. Kehadirannya memperkaya diskusi dengan pendekatan lintas disiplin yang menempatkan tradisi Islam dalam jaringan intelektual global. Melalui paparannya, peserta diajak untuk memahami bagaimana tradisi keilmuan Islam tidak hanya berkembang di dunia Muslim, tetapi juga menjadi objek kajian yang semakin penting dalam diskursus akademik internasional.
Selain sesi utama, konferensi ini juga menghadirkan beberapa pembicara dalam plenary session, yaitu Dr. Mohammad Yunus, Prof. Dr. Salamah Noorhidayati, dan Wahyu Widodo, Ph.D. Ketiga narasumber tersebut membahas berbagai isu terkait perkembangan pemikiran Islam, transformasi otoritas keagamaan, serta tantangan metodologis dalam studi Islam kontemporer. Diskusi berlangsung dinamis dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang akademik yang memberikan tanggapan dan pertanyaan kritis terhadap materi yang disampaikan.
Salah satu agenda penting dalam konferensi ini adalah Dissertation Talk, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa doktoral untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka. Dalam sesi tersebut, Dr. Hijrian Angga Prihantoro dan Annisa Fitri Amaliah, M.A. memaparkan gagasan, temuan, serta kontribusi akademik dari penelitian yang sedang atau telah mereka lakukan. Sesi ini menjadi wadah pertukaran gagasan ilmiah sekaligus memperkuat budaya akademik berbasis riset di lingkungan pascasarjana.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Graduate Conference 2026 tidak hanya menjadi forum presentasi hasil penelitian, tetapi juga menjadi sarana membangun jejaring akademik antara peneliti muda dan senior. Kolaborasi antara UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Leiden menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam pengembangan studi Islam yang inklusif, kritis, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Leave a Comment