| 0 Comments | 62 Views
Gedangsari, Gunung Kidul — Membumikan ajaran Islam tidak hanya sebatas ibadah ritual di atas sajadah, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kelestarian alam dan kesejahteraan sesama. Semangat inilah yang terpancar dalam program *Hilirisasi Riset Ekoteologi: Pemanfaatan Herbal Lokal untuk Kesehatan dan Ketahanan Keluarga*, sebuah inisiatif nyata yang mengubah pekarangan rumah warga menjadi sumber keberkahan dan kemandirian ekonomi.
Berawal dari observasi awal yang dilakukan DPL Dr. Kulsum Nur Hayati, M.Pd. di Desa Sampang, potensi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ternyata sudah cukup banyak dikembangkan secara mandiri oleh warga setempat. Potensi ini bukan sekadar peneduh halaman, melainkan aset ekonomi yang menjanjikan. Terbukti, beberapa warga secara kreatif telah memproduksi dan menjual olahan empon-empon hasil panen dari pekarangan mereka sendiri.
Melihat pencerahan dan peluang besar tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) hadir di tahun pertama dengan fokus utama membangun kesadaran (awareness) masyarakat. Mengusung nilai ekoteologi—bahwa menjaga bumi adalah bagian dari amanah keimanan—kehadiran mahasiswa berhasil memantik semangat warga. Hasilnya luar biasa: dua dusun sepakat untuk membangun Kebun TOGA bersama yang pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT).
Keberlanjutan adalah kunci utama dari riset berbasis pengabdian ini. Ketika masa KKN tahun pertama usai, api semangat warga tidak padam. Kebun TOGA tersebut tetap terawat, produktif, dan terus mendapatkan pemantauan secara berkala dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Kulsum Nur Hayati, M.Pd., M.Si.
Melangkahkan kaki nantinya pada tahun kedua dan ketiga, komitmen ini kian diperkuat. Tak hanya memastikan kebun TOGA tetap hijau dan asri, fokus program kini bertransformasi ke ranah hilirisasi riset yang lebih progresif. Produk-produk herbal lokal hasil olahan KWT diproyeksikan untuk naik kelas menjadi unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mandiri, lengkap dengan pembinaan strategi pemasaran modern.
Langkah bertahap ini memperlihatkan betapa konsep ekoteologi jika diwujudkan secara nyata mampu memicu efek domino yang positif. Dari sekadar benih herbal di pekarangan, berlanjut menjadi ikhtiar menjaga kesehatan keluarga, hingga akhirnya bermuara pada penguatan ekonomi umat yang berkelanjutan. Program yang didukung Kepala Kantor Kemenag Gunung Kidul ini disambut antusias oleh Warga Kalurahan Sampang Dusun Kayen dan Karangasem di mana Lokasi KKN UIN Sunan Kalijaga dilaksanakan. (quls)
Leave a Comment