| 0 Comments | 327 Views
BPKH...
Dulu, di awal pembentukannya, BPKH memberi harapan besar terkait pengelolaan keuangan haji. Diharapkan, selain dana dikelola secara profesional dengan prinsip tata kelola yang baik, bersih dari isu korupsi, juga dapat memberi manfaat untuk jamaah haji itu sendiri dan ummat. BPKH diharapkan seperti Tabung Haji Malaysia, yang konon asetnya sangat berkembang.
BPKH, kini, dalam pandangan kami ada beberapa catatan. Pertama, ke arah tata kelola yang tidak sehat. Mungkin saat ini masih sehat. Tetap arahnya jelas ke Political Authoritarianism. Lembaga ini tetap dalam lingkaran kekuasaan politik. Karena, memang para pejabat terpilihnya ditentukan kekuatan politik. Pasti tidak akan sehat. Jangan sekelas BPKH yang asetnya hanya segitu, BUMN dengan aset super jumbo saja tak berkutik dengan tekanan politik itu. Dampaknya banyak. Satu-satunya harapan hanyalah "semoga para stakeholder BPKH masih takut Tuhan".
Kedua, dampak BPKH sangat rendah. Baik untuk jamaah haji maupun masyarakat. Ini adalah akibat dari persoalan pertama adalah. Imbal hasil rendah. Tidak menjanjikan. Dan menurut saya, para pengelola cukup diam atau tidur saja, return BPKH juga akan berada pada kisaran itu. 6% itu cukup taruh sukuk, lalu tidur, dan saat bangun sudah dapat 6% dr Kemenkeu. Ini jelas tidak jelas. Tapi ya gak papa. Karena saya curiga juga, skema ini sebenarnya ditujukan menghalalkan penggunaan dana haji oleh pemerintah.
Maka, kritikan Wamenhaj bahwa BPKH tidak berdampak pada ekosistem haji cukup valid. BPKH mau apa juga bingung. Paling cuma membagi dana kemaslahatan. Ini tidak jelas juga. Karena sarat kepentingan kelompok, dan tidak menjadi core kerjaan BPKH. Fokus saja pada peningkatan value added uang haji untuk jamaah haji, lalu jika bisa, untuk masyarakat.
Catatan ketiga saya. BPKH jangan seolah menjadi lembaga Keuangan Islam. Fokus saja menjadi lembaga profit, berbasis modal dari jamaah haji. Mengembangkan asetnya, dan return sepenuhnya untuk jamaah. Fokus membangun tata kelola yang baik, bebas dari kepentingan elit politik, dan fokus pada jamaah.
Keempat, gerakan "Haji Muda", ini kampanye yang tidak jelas, dan tidak sesuai dengan core BPKH. Kenapa orang harus haji muda? Bukankah antrimya saja 26tahun. Lagian kalau semua orang daftar haji saat usia muda, bahkan mungkin masih balita, nanti juga tua semua hajinya. Poin saya adalah, cara BPKH menaikkan asetnya harusnya dari core bisnis dia, bukan dari dana tambahan jamaah. Kalau cuma 6% ya mau dapat apa. Oke. 6% tidak apa, tapi social Impactnya harus besar dong. Apa dampak BPKH utk masyarakat?. Ya memang tidak mudah. Tapi sudah bertahun-tahun juga.
Catatan pagi. Anda boleh tidak sepakat.
https://20.detik.com/detikupdate/20260213-260213002/video-dahnil-kritik-bpkh-cuma-jadi-calo-ekonomi-haji-tak-ada-added-value-nya
Leave a Comment