| 0 Comments | 25 Views


Yogyakarta — Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap Indigenous Knowledge, Decolonising Education, dan Cultural Heritage Studies, dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus mahasiswa doktoral Ilmu Pendidikan konsentrasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri Yogyakarta, Eko Suhendro, M.Pd, tengah mengembangkan agenda riset jangka panjang bertajuk "Reconstructing Javanese Childhood Knowledge through Indigenous Play, Manuscripts, and Living Pedagogy."

Agenda riset ini bertujuan merekonstruksi sistem pengetahuan anak Jawa yang selama berabad-abad diwariskan melalui dolanan anak, tembang dolanan, serta manuskrip-manuskrip klasik Jawa. Penelitian tersebut berangkat dari keyakinan bahwa permainan tradisional bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan bagian dari sistem pendidikan yang hidup (living pedagogy) dan menjadi medium pewarisan nilai, pengetahuan, serta identitas budaya.

Berbeda dengan kajian permainan tradisional yang umumnya berfokus pada aspek pelestarian budaya atau implementasi pembelajaran di kelas, penelitian ini berupaya membangun kerangka konseptual baru yang menempatkan dolanan sebagai bagian dari Javanese Childhood Knowledge System, yaitu sistem pengetahuan anak yang berkembang melalui pengalaman tubuh (embodied play), pengalaman indrawi (sensory experience), interaksi sosial (social participation), hubungan dengan alam (ecological learning), lagu dolanan (musical pedagogy), pembentukan karakter (moral formation), pewarisan budaya (cultural transmission), dan pedagogi yang hidup (living pedagogy).

Sebagai fondasi penelitian, Eko Suhendro menghimpun dan mengkaji sejumlah manuskrip penting mengenai dunia anak Jawa, antara lain Serat Lagu Bocah-bocah (Javaansche Kinderspelen) karya R. Sukardi (Prawira Winarsa), Serat CenthiniJilid II, Serat Rarya Saraya, Javaansche Meisjesspelen karya H. Overbeck, Moens Album tentang permainan anak laki-laki dan perempuan, serta Dolanan ing Klaten. Korpus manuskrip tersebut dipandang sebagai sumber sejarah pendidikan anak yang merekam praktik bermain, bernyanyi, belajar, dan berinteraksi dalam masyarakat Jawa pada berbagai periode.

Melalui pendekatan yang memadukan studi manuskrip, pendidikan anak usia dini, etnopedagogi, sejarah pendidikan, dan studi budaya, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan berbasis budaya lokal. Dalam konteks akademik internasional, agenda ini juga berupaya memperkaya diskusi mengenai Indigenous Childhood Studies, History of Childhood, Embodied Learning, dan Living Pedagogy dengan menghadirkan perspektif dari tradisi intelektual Nusantara.

Menurut Eko Suhendro, banyak praktik pendidikan yang berkembang dalam masyarakat Jawa tidak pernah dirancang sebagai kurikulum formal, tetapi hidup dalam aktivitas sehari-hari anak melalui dolanan, tembang, interaksi sosial, dan relasi dengan lingkungan. Oleh karena itu, manuskrip-manuskrip klasik tentang dunia anak perlu dibaca kembali bukan hanya sebagai dokumen budaya, melainkan juga sebagai arsip pedagogis yang menyimpan pengetahuan pendidikan yang masih relevan bagi masa kini.

Ke depan, penelitian ini diarahkan untuk membangun bidang kajian Javanese Childhood Studies, sebuah bidang interdisipliner yang menghubungkan pendidikan anak usia dini, manuskrip Jawa, sejarah anak, antropologi pendidikan, warisan budaya takbenda, dan pedagogi berbasis budaya. Melalui publikasi ilmiah bereputasi internasional, kolaborasi riset lintas negara, serta pengembangan jejaring akademik global, diharapkan kajian mengenai pengetahuan anak Jawa dapat memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap pengembangan ilmu pendidikan dan studi anak di tingkat dunia.

Agenda penelitian ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk mendorong lahirnya inovasi keilmuan yang berakar pada khazanah budaya Indonesia, namun memiliki relevansi dan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan global



Leave a Comment