| 0 Comments | 41 Views

Card Image

Podcast Literasi DPK Yogyakarta: Membaca Ulang Masa Depan Literasi di Era Digital

Dalam rangka menyambut Hari Kunjung Perpustakaan 2025, saya mendapat kesempatan untuk terlibat sebagai narasumber dalam sebuah podcast literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Yogyakarta. Program ini mengangkat tema “Masa Depan Literasi Kota: Perpustakaan untuk Semua”, sebuah topik yang terasa semakin relevan di tengah derasnya arus transformasi digital.

Podcast ini menjadi ruang diskusi yang menarik karena tidak hanya membicarakan literasi dari sisi akademik, tetapi juga dari perspektif kebijakan publik. Bersama Endro Sulaksono, Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, kami berdiskusi tentang bagaimana perpustakaan dapat tetap hadir dan bermakna bagi masyarakat di era digital. Percakapan berlangsung kurang lebih selama 90 menit dan dirancang agar dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pegiat literasi hingga masyarakat umum.

Beberapa isu utama yang kami bahas antara lain relevansi perpustakaan dan budaya membaca di era digital, upaya membangun generasi literat sejak usia dini hingga dewasa, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perpustakaan, akademisi, dan komunitas dalam merancang masa depan literasi kota. Dalam diskusi tersebut, saya menekankan bahwa teknologi seharusnya tidak meminggirkan literasi, melainkan menjadi sarana untuk memperluas akses, memperkaya pengalaman belajar, dan memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang publik yang inklusif.

Podcast ini akan ditayangkan melalui kanal YouTube YKTV, dengan harapan tidak hanya menjadi tontonan sesaat, tetapi juga dapat diakses kembali sebagai bahan refleksi, referensi, dan inspirasi bagi masyarakat. Saya mengapresiasi inisiatif DPK Kota Yogyakarta yang terus membuka ruang dialog dan kolaborasi lintas sektor demi membangun ekosistem literasi yang adaptif dan berkelanjutan.

Bagi saya pribadi, keterlibatan dalam program ini merupakan pengingat bahwa literasi bukan semata soal membaca teks, tetapi juga tentang membangun kesadaran kritis, partisipasi warga, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.


Disclaimer:

Tulisan ini disusun dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan telah disunting oleh penulis untuk keperluan publikasi di blog pribadi. Sumber utama informasi berasal dari berita resmi pada situs web Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta.


Leave a Comment